Tampilkan postingan dengan label notes. Tampilkan semua postingan
Hidup ini adalah bagaimana kita
memainkan fikiran kita sendiri terhadap lingkungan. DIsaat lingkungan adalah
hal yang membuat kita merasa belum berhasil mengendalikannya, saat lingkungan
tak sesuai dengan harapan, itu semua tergantung pada persepsi kita atas keadaan
yang kita terima saat itu juga.
Seperti di film- film laga saat
seorang memegang senjatanya dan berhadapan langsung dengan musuh yang memegang
senjata juga, disaat bersamaan saling menodongkan dan pada keadaan tersebut
adalah keadaan paling stuck dan tak bisa melakukan apa- apa lagi selain tetap
waspada dan hanya berdoa. Meskipun dalam keadaan tersebut kedua orang yang
bermusuhan menodongkan senjatanya dalam keadaan diam, namun fikiran mereka tak
sediam itu, disanalah jalan fikiran mereka bergerak dan terus bergerak,
mengawasi dan terus mengawasi setiap gerik lawannya, bahkan kedipan mata
sekalipun, serta terus menjaga kewaspadaan karena lengah sedikit saja, pelatuk
lawan akan ditarik dan nyawa akan melayang. Pertarungan nyali, fikiran, dan keberuntungan.
Perbedaan manusia dengan makhluk
lainnya adalah manusia memiliki akal, dan nafsu. Dengan nafsu manusia
mengetahui apa yang ia inginkan, apa yang ingin ia raih, apa yang ingin ia
dapatkan, dan degan akal manusia dapat mengetahui bagaimana cara ia mencapai
apa yang ia inginkan.
Semesta, Lingkungan, dan induvidu
setiap manusia saling berhubungan dalam suatu timbal balik yang rumit, dalam
skala kecil ataupun besar semuanya saling terhubung bahkan dalam hal yang tak
bisa dibayangkan. Dalam skala kecilnya, misalnya interaksi antar manusia yang
didalamnya manusia bersosialisasi mencukupi kebutuhan hidupnya lahir dan batin,
dimana setiap induvidu manusia terhubung dengan satu yang lainnya, dengan
terjadi hubungan tersebut maka akan adanya timbal balik serta sebab- akibat
yang akan ditimbulkan oleh sikap serta sifat seorang individu dengan
lingkungannya.
“Perhatikan, apa yang kau
fikirkan, itu akan jadi apa yang kau katakan. Perhatikan apa yang kau katakana,
itu akan menjadi apa yang kau lakukan, perhatikan apa yang kau lakukan itu akan
menjadi sebuah kebiasaan, dan perhatikan apa yang kau biasakan, itu akan
menjadi sifatmu sendiri.”
Sebuah pepatah yang penulis
dapatkan dari dosen.
Segala sebab- akibat yang terjadi
dalam suatu lingkungan berasal dari interaksi antara komponen didalamnya.
Interaksi manusia berasal dari bersinggungannya sifat antara satu manusia
dengan satu manusia yang lainnya menjadi suatu interaksi yang berbagai macam
jenisnya. Berdasarkan pepatah diatas memang benar apa yang membuat manusia
terlihat adalah berawal apa yang difikirkan manusia tersebut. Jika seorang
manusia berfikiran sangat manis, maka ia akan terlihat manis juga. Jika
seseorang berfikiran bahagia, maka ia akan terlihat bahagia juga, apabila
seseorang berfikiran optimis, maka tingkah lakunya akan bersemangat.
Semua itu
berawal dari fikiran.
Hubungan interaksi akan
menghasilkan suati timbal balik dari suatu aksi dan reaksi. Hukum Aksi- reaksi
sendiri dalam fisika berbunyi bahwa gaya aksi yang diberikan akan sama besarnya
gaya reaksi yang ditimbulkan, namun dengan vector yang berlawanan. Begitu
pulalah berlaku dalam lingkungan sekitar, dimana apa yang kita lontarkan akan
kembali lagi pada kita dengan besar yang sama pula. Seperti kita mengucapkan
kebaikan kepada orang lain, maka tentu saja orang lain akan menjawab kebaikan
pula, seseorang yang menebar senyum kepada sesamanya tentu akan dibalas dengan
senyum pula, begitu hukumnya. dan berlaku untuk hal kebalikannya, semua itu
berasal dari fikiran.
Hukum aksi- reaksi dalam
interaksi lingkungan memberikan gambaran bahwa apa yang kita berikan akan sama
dengann apa yang kita dapatkan.. Jika seorang individu adalah subjek utama
dengan lingkungan sebagai sistemnya, maka subjek itulah yang mempengaruhi
system (dengan mengabaikan pengaruh fikiran individu lainnya). Dengan begitu
satu fikiran dari individu dapat mempengaruhi semestanya sendiri, sehingga
semestanya akan mengikuti dengan apa yang ia fikirkan. Seperti halnya dengan
setitik air yang jatuh dalam genangan air, riaknya akan meluas, lalu setelah
beberapa lama riak itu akan kembali menuju pusatnya.
Itulah kenapa sebuah doa yang dilontarkan untuk orang lain akan berlaku
juga untuk dirinya sendiri. Dan karena itulah dunia ini menjadi seperti apa
yang kau fikirkan.
“Bukan Bahagia yang membeli sebuah senyuman, namun Senyuman lah yang
membeli Kebahagiaan.”
Posted by Unknown in notes, Quotes
Reply
Ujian Akhir Semester telah menjadi masa lalu,
yang belum terlalu lama. Nilai telah terpajang di papan pengumuman, ada yang
berbahagia dan ada juga yang bersedih hati meratapi nasib karena nilainya tak
bisa diharapkan. Memang kawan, usaha itu berbanding lurus dengan hasil yang
didapatkan, meskipun ada faktor keberuntungan, kesempatan, dan doa yang
mempengaruhinya.
Tahun baru, semester yang hampir baru dan tahun kepengurusan baru bagi organisasi- organisasi yang ada di kampus penulis. Salah satunya, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia HIMATEK Polban dimana penulis bernaung sekarang telah berganti kepengurusan dengan ide yang lebih fresh.
Dan semoga saja, HIMATEK kedepannya bisa lebih 'tersenyum, berkarya, dan menginspirasi' sesuai dengan tagline kepengurusan tahun ini.
Stairway to Heaven
Dunia,
bumi dalam hal yang lebih luas yaitu semesta jika dilihat dengan cara pandang
kita sendiri hal ini begitu luar biasa, besarnya serta banyak hal didalamnya.
Banyak hal di alam semesta yang membuat kita terkagum- kagum melihat
keindahannya, bagaimana galaksi- galaksi bersinggungan dalam kluster-
klusternya, bintang mengelilingi inti galaksinya, planet- planet berputar dalam
orbitnya dalam bintangnya, serta yang paling luar biasa adalah kehidupan yang
tercipta di Planet Bumi ini, yang kesemua itu entah bagaimana terciptanya.
Dalam hal tersebut, kita akan menyadari betapa Maha Sempurnanya Allah SWT,
Pencipta Yang Paling Baik.
Namun,
kesemua hal yang dapat dilihat oleh mata, dirasakan oleh indra tersebut, meski
dalam jangkauan terjauh dari manusia sebagai pengamat, manusia masih bisa
mempelajarinya dan mengambil hipotesa serta pelajaran atas kejadian dan
fenomena yang terjadi. Namun, saat manusia bertemu dengan fenomena yang tak
dapat dijelaskan dengan metode ilmiah, kesemua itu hanya dapat diungkapkan melalui
kata ‘Keajaiban’, atau ‘Takdir’, dan sebagainya. Padahal fenomena seperti itu
hanyalah sebuah fenomena yang tak bisa dijelaskan oleh logika manusia, atau
mungkin logika yang belum dimengerti manusia.
Welcoming
to the September- eh udah Oktober lagi :
Kenapa Waktu Terasa Begitu Cepat?
It’s pass a half of this month.
Setelah agustus adalah bulan tanpa kabar, dimana
blog ini telah dilanda suatu wabah penyakit yang tak tau asal muasalnya. Maka demi sepati tukang semir yang setiap
hari di semir, penulis bukannya mati atau ketabrak mobil ambulan yang di tarik
onta. Namun, memang penulis memang waktunya tak semahal tahu tempe di warteg
bahari, jadi langsung habis dilahap banyak kegiatan yang harus dijalani.
Kalau difikir- fikir, liburan bulan agustus
hanyalah beberapa minggu setelah lebaran. Dikarenakan liburan yang sesungguhnya
adalah nonton tivi dan sambil makan cemilan kueh lebaran, namun belum sempat
menikmati saat- saat epic tersebut, botol- botol coca- cola, seprit dan Fanta
di lemari es telah terganti dengan tumpukan botol bajigur yang tak tahu dari
mana asal muasalnya.
Dan hal itu adalah tanda- tanda, namun bukan tanda hari
kiamat, tapi kalo liburan telah abis terutama bagi pedagang bubur.
Tahun pelajaran baru, tahun awal dimana muncul wajah- wajah
baru yang bermunculan, seperti bunga yang baru bermekaran di padang rumput
diantara unga yang sudah tua, layu atau berbuah. Seperti jamur yang tumbuh di
musim hujan, lalu muncul sinar mentari setelahnya.
Hal pertama saat kita ingin
mencerna suatu ilmu adalah, dengan membuka fikiran. Dengan membuka fikiran
kita, maka informasi, sugesti, sugesti, perasaan, citra lingkungan juga
kepekaan akan dapat dengan mudah masuk kedalam pemikiran kita. Meresap seperti Kecap
hitam ke bumbu masakan, jika kita membuka fikiran kita layaknya pintu yang
terbuka.
"Bulan Ramadhan Bulan Penuh Ampunan, tingkatkan Ibadah Jiwa dan Raga, Tuk Menempuh jalan Taqwa."
Marhaban Yaa, Ramadhan.
Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Sekalian Alam. Yang telah menciptakan Satu bulan dalam setahun yang begitu Indah, dimana pintu- pintu Syurga dibua selebar- learnya, sedang Pintu- Pintu neraka di tutup serapat- rapatnya, dan juga Syaitan di belenggu dalam Kurungannya, dan Rahmat, keberkahan, serta Ampunan tersebar dari Allah keseluruh penjuru alam.
Yaudah, selamet dateng deh Bulan Juli. Selamat tinggal Bulan Juni. Mari kita tinggalkan kenangan buruk yang telah jadi pelajaran di bulan Juni untuk menyongsong rencana- rencana yang telah tersususn rapi di bulan Juli ini.
Ada apakah di bulan Juli ini?
Penulis disini bukan mau nyeritain ke pembaca tentang peruntungan di bulan Juli karena emang penulis bukan ahli pengsui atau yang sebagainya. Yang jelas yang begituan juga dilarang, gak baik buat kesehatan jiwa raga. Yang pengen penulis utarakan cuma, "Selamat Datang Bulan Juli."
Banyak hal yang membuat orang berfikir bahwa 'Nothing to do Here'. Ya, dengan alaan mereka masing- masing, entah mengapa satu persatu mempunyai keinginan untuk pergi meninggalkan tempat ini. Ini semua membuatku berfikir, apa yang aku lakukan disini? Am i in wrong decision?
Tempat ini, bukanlah solusi terakhir yang ku pilih saat tak ada pilhan lain. Namun tempat ini adalah tempat pertama yang ku pilih setelah mendapatkan banyak pilihan lain. Yang kesemua pilihan tersebut mempunyai jawaban yang masih kabur di depannya, dan ku hanya berfikir dengan hal- hal yang realistis saja. Karena aku bukanlah pemimpi yang ulung, atau penghayal yang membabi buta, namun mungkin saja terlalu realistis. Ya.
Masa depan itu berawal dari mana kita memulainya. Seperti berlalri di jalur mana, maka kau akan berlari di jalanmu saja, Terkecuali kau ingin pindah jalur, maka kau harus kembali ke tepat yang kau awali semula. Hidup bukanlah game yang bisa di re-start begitu saja disaat semua tak berjalan seperti yang diinginkan, namun seperti lukisan yang dilukis saat ada kesalahan hanya bisa dperbaiki dngan menimpanya, atau apalah.
Tapi ya, semua orang mempunyai pilihan. Dan mereka mempunyai hak akan itu. Banyak hal yang membuat mereka ingin pergi, dan banyak hal yang membuat beberapa orang memlilih untuk tinggal. Tergantung pada tujuan mereka masing- masing.
Ada hal yang ku ingat dari ini semua adalah
"Hendaknya seorang membandingkan apa yang ia dapatkan dengan tujuan yang ingin ia dapatkan, bukan membandingkan apa yang ia dapatkan dengan orang lain dapatkan."
Hal itulah yang membuat aku berfikir dari awal, dan pada saat ini. Dan, hal inilah alasan yang mendasari semuanya, orang yang tinggal dan orang yang pergi, tujuannya.
Ini bukanlah hal yang ia tuju, maka ia pergi untuk menggapai sesuatu itu. Dan yang tinggal, ia telah menemukan sesuatu yang ia tuju, dan tinggal ia menjalaninya.
Maka, itu membuaku memperbaiki pemikiranku tentang tempat ini. Bahwa tempat ini bukanlah yang buruk karena ditinggalkan. Dan ta ada yang buruk, karena semua kembali kepada tujuan semua orang.
Hello, noerh here!
Cahaya mentari di bulan juni itu, hangat, kayak perapian kalo lagi pagi.
Cahaya mentari di bulan juni itu, hangat, kayak tungku tukang surabi.
Dua analogi itu, mengingatkan penulis pada dua hal yang berbeda yang penulis kangenin di masa- masa lalu, yang rasanya sama kayak masa dahulu, dan penulis rasa itu dirasain beberapa orang di bulan- bulan ini.
Hello Brooo??
Balik lagi sama Nur, penulis Blog ni.
Setelah sekian lama blog 'Stairway to Heaven' berkutat dengan tema yang 'Dark', aga Fresh jika kali ini penulis mengubah tampilan warnanya dengan tema yang baru. Blue, Blue.
Meskipun temanya Blue, tapi ini bukanlah situs Blue beneran.
Kenapa Blue?
Pada Hakikatnya, biru muda lebih menggambarkan pada langit yang luas, suatu hal yang tepat berada di atas kita (You Don't Say?!). Ya, langit yang luas dikala siang hari, langit pagi hari sangatlah indah dilihat sekitar pukul 07.00 sampai sekitar 10.00, diatas waktu tadi langit tetap biru, cuma agak panas, jadi ga enak liatnya.
Gutten Morgen.
Selamat pagi, wahai lalat di kantin Pujasera, kamu udah makan apa hari ini? Sementara orang botak berkupluk didepanku sudah beberapa kali melahap paha ayamnya, dengan tambahan beberapa butir nasi goreng yang dipesan dari kantin langganannya, begitu juga saya hanya ikut saja memesan karena tak ada yang mau dipesan dan pusing juga saat memilih makanan dikala lagi lapar.
Banyak hal yang ingin ku ceritakan pada lalat pagi yang belum juga sarapan, dikarenakan tong sampah masih kosong, juga tak banyak makanan untuk dimakan. Beberapa piring yang tersisa juga tak banyak menyisakan nasi atau lauk pauknya, namun aku sisakan beberapa butir nasi goreng yang beberapa detik aku makan tadi. Memang hidup itu berat kawan, tapi kepakan sayapmu terlihat ringan membawa berat tubuhmu. Tak seperti aku yang berat dan tak punya sayap.
Ada hal yang ku tanyakan pada teman- teman mu yang sedang nongkrong di atas meja dan dibawah sinar mentari pagi. Kenapa mereka bisa begitu ringan terbang di dunia ini, dan kalian tak kurang satu kawanpun untuk terbang dikala lalat hanya dianggap hama yang harus dibasmi, dan adalah makhluk yang menjijikkan dikala melihat kaian berkerumun bersama- sama.
Kamu kenal nyamuk di kosan ku? yang setiap hari siang dan malam menemaniku kala bersantai, juga kadang hinggap mengajak ngobrol tanganku yang lagi gatal, terkadang juga mereka mati ditangan. Kemarin, beberapa temannya telah mati terkapar sehingga koloni mereka menjadi sedikit, beberapa juga terbang kabur sempoyongan dan akhirnya mati diterpa angin, beberapa juga mengungsi di balik pakaian- pakaian ku yang menggantung sehingga aku harus menyapa mereka dengan obat nyamuk elektrik dan aku jadi sering bersalaman dengan tangan terbuka kemereka, beberapa terlalu senang menerima sambutanku lalu akhirnya mati.
Pernahkah kau mengalami seperti itu? Tak seperti mereka kau terlihat bebas disini, tanpa beban dan terbang berlalu lalang. Jikalau saja nyamuk yang terbang berlalu lalang dan berserakan, maka tangan- tangan yang ingin berkenalan akan mengejar mereka, bukan begitu? Namun, tak seperti kalian, tangan- tangan itu begitu dingin untuk memukuli atau sekedar berkenalan dengan kalian.
Mau apa lagi. Ada hal yang kusimpulkan tentang kalian bersama dengan bau rerumputn yang terpangkasi di pagi hari ini.
Lalat sekali mengepakkan sayap ia hilang entah pergi kemana, mereka selalu berpindah dan tak pernah diam sedetikpun, tangan- tangan yang usil akan menyerah begitu saja untuk berkenalan atau memukul mereka. Saat mereka bergerak, mereka tak berisik, bergerak dengan diam tanpa mengganggu orang disekitarnya tak seperti nyamuk yang bergerak, terbang selalu membuat berisik dan risih orang disekitarnya.
Lalat tahu tempat mereka, dan orang- orang juga tahu tempat lalat, dan tempat manusia dengan lalat sangatlah berbeda sehingga tak saling mengganggu. Saat lalat berada ditempatnya (tong sampah), manusia tahu itu dan itu tak mengganggu karena manusia tak akan mendatangi tempat seperti itu. Saat lalat masuk rumah manusia, lalat yang mengganggu, namun ketika manusia yang masuk rumah lalat (tong sampah) manusia itulah yang mengganggu lalat. Berbeda dengan nyamuk, ia tinggal dan hinggap dimanapun mereka suka, itulah hal yang mengganggu manusia.
Lalat mengajarkan manusia akan arti sebuah kebersihan, dan menjadi parameter kebersihan manusia tersebut. Saat lingkungan kotor, lalat akan tertarik dengan hal itu maka manusia akan bertindak bukan dengan mengusir lalat namun memperbaiki kekotoran tersebut sehingga lalat tidak akan hinggap lagi. Lalat tak hinggap di tempat yang bersih, dan manusia tak tinggal di tempat yang kotor. Itulah hal yang membedakan dunia kita berdua.
Terlepas dengan pandangan seluruh manusia, bahwa lalat adalah binatang yang kotor dan menjijikkan. lalat tetap terbang dengan ringannya, membawa tubuhnya dengan sayap yang menari tanpa tertiup angin.
Beberapa hal yang ku pelajari dari lalat yang sedang terbang. Dan yang ku tahu lagi, bahwa mereka ingin hidup dan ingin tetap hidup, dan mereka juga telah mengetahui diri mereka, dan tempat mereka berasal. Tak seperti manusia, yang terus mencari dan mencari sampai akhir hayatnya.
Selamat memasuki bulan Mei!
Yah,April telah berlalu dengan beberapa hal yang telah menjadi kenangan di bulan tersebut. Awal maei, hari ini adalah awal untuk memasuki bulan yang akan berbahagia ini. Dan, Pada awal bulan Mei ini kita disambut dengan Hari Buruh Internasional.
Apakah hari buruh tersebut?
Hari buruh ini dilatar belakangi oleh perlakuan yang keras kepada kaum buruh pada era kapitalisme yang terjadi pada abad 19, dimana pada abad tersebut industri sedang berkembang. Di negara Eropa Barat, dan Amerika serikat perkembangan industri berlangsung sangat cepat dan kompetitif, dan imbasnya para pekerja disana harus bekerja 12 jam sampai 20 jam perharinya, itu pun dengan upah minim, kondisi kerja yang buruk, serta kesehatan yang tidak layak.
Dari kondisi itulah akhirnya kaum pekerja bertindak, meeka melakukan perlawanan atas sistem industri kapitalis yang merugikan. Pemogokan kerja pun banyak terjadi di sana sini terjadi pertama pada tahun 1806 di Amerika serikat. Pada era tersebut perjuangan untuk mereduksi jam kerja para kaum buruh mulai dimulai.
Dan pada tahun 1872 terjadi pemogokan kerja yang dipelopori oleh Peter McGuire yang dilakukan oleh sekitar 100.000 pekerja di Amerika serikat, lalu pada 1881 McGuire mendirikan suatu perkumpulan yang berisikan para tukang kayu dan para kaum pekerja "United of Brotherhood of carpenters and Joiners" yang menuntut diadakannya hari libur untuk seluruh kaum pekerja.
Dan pada tahun 1882 tanggal 5 september terjadi parade Hari Buruh yang diadakan di jalan- jalan Amerika yang diadakan oleh 20.000 kaum pekerja yang membawa spanduk bertuliskan "8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi."
Pada Tahun 1886 pada tanggal 1 Mei di Amerika terjadi demonstransi besar- besaran yang diikuti oleh 400.000 buruh yang diadakan selama 4 hari. Namun peristiwa berdarah terjadi saat polisi menembaki para demonstran sehingga ratusan orang mati serta para pemimpinnya ditangkap lalu dihukum mati peristiwa tersebut dikenal dengan peristiwa Haymarket terjadi pada tanggal 4 mei.
Lalu pada tanggal juli 1889 diadakan kongres sosialis dunia yang diadakan di Paris yang menetapkan 1 Mei sebagai hari Buruh Internasional yang dikenal sebagai May Day.
Peristiwa perjuangan para buruh sebenarnya terjadi beberapa kali yang menyebabkan banyak korban baik di pihak demonstran nya ataupun para pemimpinnya yang dihukum mati. Berikut Peristiwanya yang diambil dari Kompas Forum Menguak Sejarah Hari Buruh Dunia.
Hingga saat ini hari buruh diperingati setiap tanggal 1 Mei yang biasanya diadakan demonstrasi besar- besaran oleh kaum pekerja di seluruh dunia.
Ya, perkembangan industri di dunia bukanlah disebabkan oleh pemilik, pendiri atau investornya. Melainkan para kaum pekerja lah yang membuat perkembangan industri ini tetap berjalan.
Wah, ada yang baru di doodle nya Google. Pagi tadi penulis buka google untuk mencari sesuatu, namun logo yang biasanya di tuliskan oleh beberapa huruf Google malah berubah jadi suatu gambar yang menggambarkan pemandangan alam dengan pergantian musimnya gitu. Lah, baru kefikiran lah kalo hari ini Hari Bumi.
Lalu apa sih hari bumi ini. Apakah di hari tersebut Bumi kita ulang tahun? atau emang sekarang ulang tahunnya Bu Umi? Lah? ngaco.
Sejarah Hari Bumi
Hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April itu sendiri bukanlah ditujukan untuk memperingati kelahiran seseorang atau suatu kejadian. Namun hari bumi sendiri diprakarsai oleh seorang Senator Amerika Serikat dari Wisconsin yang juga ia adalah seorang pengajar lingkungan hidup, yaitu Gaylord Nelson.
Hari bumi (Earth Day) yang diselenggarakan pertama kali pada tanggal 22 April 1970 di Amerika Serikat berawal dari gagasan Gaylord Nelson yang memandang perlunya isu- isu kontroversial tentang lingkungan hidup serta bumi masuk dalam kurikulum perguruan tinggi, gagasan tersebut lalu mendapat dukungan yang luas dari masyarakat.
Lalu pada tanggal 22 April 1970 sekitar 20 juta manusia turun ke jalan untuk mendukung gagasan Nelson tersebut, mereka berdemosntrasi dan memadati Fifth Avenue New York.
Lalu apa tujuan dari hari bumi tersebut ?
Intinya sih positif, kembali mengingatkan manusia tentang lingkungannya, rumah tempat ia hidup apalagi kalau bukan planet bumi. (ngak, kampung saya di mars) ?
Dengan bertambanhnya laju pertumbuhan dan kebutuhan manusia, eksploitasi besar- besaran kian marak dilakukan demi memenuhi tuntutan pasar. Nah perilaku yang dilakukan oleh industri ini bakalan menyebabkan ketidak sesuaian pada lingkungan hidup sekitarnya. Memang tidak semua industri pabrik (umumnya produsen) seperti itu, ada yang masih melihat dan mementingkan dampak lingkungan, namun kerusakan tetap saja terjadi meskipun dalam skala kecil, toh itu mah cuma meminimalisir.
Namun, bukan hanya di produsen sendiri, eksploitasi terjadi juga disebabkan oleh konsumennya yang banyak menuntut. Ada kebutuhan, pasti ada hal untuk memenuhinya. Nah, perilaku konsumtif yang berlebihan juga mengakubatkan kerusakan pada bumi ini bro. Kita nih selaku manusia kadang suka khilaf, membeli barang yang tidak perlu, boros energi buang- buang uang sembarangan, nah semakin banyak kebutuhan, semakin banyak barang produk, semakin banyak produk semakin banyak eksploitasi terhadap alam kawan. So lebih hemat dalam berbagai hal ya kawan. (Hidup anak Kost!)
Bukan hanya dari hubungan timbal balik antara konsumen dan produsen itu sendiri. Perilaku kita terhadap lingkungan juga perlu lah dijaga. Buang sampah jangan sembarangan, simpan ditempat sampah. Hemat energi matikan yang tidak perlu, jangan buang- buang air percuma, serta peduli terhadap lingkungan, menanam pohon sekitar rumah dan banyak hal lain yang bisa kita lakukan.
Banyak isu lingkungan yang sekarang ini merebak. Isu yang paling saya hafal sedari mulai SD sampai sekarang kuliah adalah isu Global Warming. Pasti semuanya hafal apa penyebabnya, dampaknya terhadap lingkungan, penanggulangannya, gas emisinya, raksinya dan sebagainya. Tapi apa pernah tuh kita peduli dan menerapkan kepedulian kita di sehari hari? itu yang harus di evaluasi lagi. Bukan di evaluasi tentang teorinya, namun praktiknya.
Intinya, lebih mengingatkan dan mengevaluasi diri kita akan kepedulian terhadap Bumi ini.
Aksi
Yo, hari bumi. Apa yang terjadi di hari bumi ini. Nah, penulis mengutip dari sumber berita kompas.com mengenai event yang terjad di hari bumi ini.
Yang mengingatkan penulis akan hari bumi, yaitu Om Google yang membuat Doodle bertemakan hari bumi. Yang ternyata gambarnya bertemakan pergantian 4 musim, gitu katanya. Check.
Aksi yang terjadi di dekat kostan penulis, tinggal naik 3 kali angkot dari kostan. Di Bandung, ada aksi bungkam mulut menolak Over-Konsumsi.
Nah, di kota Malang nih. Para Mahasiswa di sana bagi- bagi pohon. wihh biar adem..
Akhirnya. . .
Kita hidup di bumi tuh bukan hanya sehari Bro. Masa mau peduli sama bumi ini cuma sehari dalam setahun. Sisanya masa bodo amat. Gak gitu kan?
Memang, di hari bumi ini kita boleh mengingatkan satu sama lain akan pentingnya menjaga bumi. Namun, sebaiknya setiap hari kita terapkan dikeseharian. Setiap hari itu hari bumi. gak salah kan? toh kita seumur hidup kita bakalan tinggal di bumi ini, jadi ayo lebih perhatian sama tempat tinggal kita, lebih ramah pada bumi kita!!
Sumber Referensi :
Thanks to :
"Dan akhir itu lebih baik dari pada permulaan"
Hari selanjutnya, selanjutnya, dan selanjutnya akan lebih baik yang kita rasakan saat ini. Terkadang, hal yang kita rasakan saat ini sangatlah berat untuk dihadapi, namun itulah hidup. Namun tidak akan sulit berlalu dengan sia- sia, dan tidak juga kebahagiaan datang tanpa sulit yang mengawalinya. Kesemua hal itu datang beriringan seperti kereta yeng bergerbong- gerbong. Datang satu, melintas dan muncul yang lainnya.
Dan hanya tergantung kita yang menyikapinya. Toh, enjoy aja lah.
Toh, kebahagiaan, kesenangan di dunia ini memang berbayar. Meski semu namun begitulah kita menyikapinya. Bukit yang tinggi takkan bisa terjangkau tanpa didaki, laut yang luas takan terarungi kalau gak mau berenang. Dan, mendaki itu sulit, berenang juga tak mudah. Namun, saat kita telah menggapai hal itu semua, wah semua itu tak akan terasa sakitnya.
Seperti halnya orang yang telah bergadang beberapa bulan, saat ia tidur setelahnya beberapa jam ia akan merasakan nikmat dari tidur itu meski tidurnya hanya bisa sampai 6 -8 jam. Itulah yang disebut balas dendam, saat kita tak tidur satu bulan, kita juga tak bisa mem'balasdendam' dengan tidur selama 1 bulan juga. Karena dengan tidur 8 jam saja badan kita sudah jenuh.
Seperti halnya bukit yang didaki, kita perlu beberapa jam untuk mendaki bukit yang tinggi tersebut, bisa sampai 2-3 jam. namun sat kita sudah mencapai puncak apakah kita akan merasa senang dalam 2- 3 jam. Hal yang membuat kita senang adalah waktu awal- awalnya saja, dan kesananya kita akan merasa jenuh.
"Penulis jadi teringat ketika tengah sharing dengan teman. Dia bercerita begini, kisahnya ada suatu kadal liar yang diambil dari hutan amazon, nah karena di diambil langsung dari hutan oleh pemiliknya maka si kadal tersebut masih kental akan insting liarnya. Si pemilik langsung membawanya pulang kerumahnya, namun yang si pemilik lihat, kadal itu terlihat jinak dan kalem ia tak seliar dan seagresif seperti binatang lainya. Mungkin karena sifat alami dari kadal amazon yang tenang, meski mereka liar namun mereka lebih sering diam di pohon menunggu mangsanya daripada berlarian.
Karena merasa kadal itu sudah jinak, si pemilik berani mengeluarkannya dari kandang dan membiarkannya berada di halaman rumahnya, seperti instingnya di alam, dia lebih sering diam. Saat sipemilik memberinya makan sepiring jangkrik mati, malah si kadal tersebut diam saja dan seolah tidak memperdulikan makanan tersebut. Si pemilik merasa aneh kadalnya bersikap seperti itu. Begitupun hari selanjutnya, ia dikasih makan namun si kadal hanya terdiam tak memperdulikan makanan meski beberapa hari tidak makan.
Pada suatu hari si pemilik kembali memeberikan kadalnya makan dengan sepiring penuh jangkrik yang mati. Si kadal malah diam melihat piring tersebut. Namun tiba- tiba si kadal menjadi agresif, kadali itu terlihat berlari mengejar sesuatu. Si pemilik kebingungan melihat kadalnya tak berdiam lagi. Ternyata si kadal itu agresif mengejar jangkring yang ternyata masih hidup, jangkrik itu meloncat dari piring dan si kadal mengejarnya. Dan pada hari itu si pemilik baru pertama kali melihat si kadal itu makan.
Yah, ternyata si kadal sendiri punya prinsip. ia di alam liar makan dengan mengejar mangsanya, ia tak makan jika tak mengejar. Ia di sodori jangkrik mati serasa aneh sendiri, ia makan tanpa berusaha gak akan kenyang.Ia akan lebih kenyang jika berusaha sendiri."
Bukankah kita juga seperti itu?
Intinya, hal yang membuat lebih baik itu adalah pencapaian, dan prosesnya. Proses yang menyulitkan akan tak berharga jika tak ada pencapaian, dan juga pencapaian akan kurang 'greget' tanpa proses. Jadi janganlah menginginkan kebahagiaan di pencapaiannya saja, lalu tak mau menginginkan prosesnya. Dan juga jangan terlalu patah semangat saat proses, ingatlah pencapaiannya!
Itulah hal yang membuat akhir itu lebih baik dari permulaannya. Tanamkan pada diri kita yang sedang mengalami proses ini. Dunia itu sendiri merupakan proses yang kompleks, yang setiap individu berbeda prosesnya. Namun jika kita tetap konsisten menjalankan prinsip yang benar, pencapaian akhir itu akan jauh lebih membahagiakan. Dan Alloh takan pernah ingkar dengan janji-Nya.
"dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan"(Q.S. Ad- Dhuha ; 4)
“How to write is how to read”
Bagaimana caranya menulis adalah
bagaimana caranya untuk membaca. Menulis tanpa informasi sama halnya makan
angin. Dalam menulis, ada sesuatu hal yang akan disampaikan oleh penulis berupa
informasi, gagasan, pemikiran, pendapat atu yang lainnya. Menulis telah
digunakan sejak jaman dahulu kala sebagai penuangan pemikiran seseoang, dan
cara berkomunikasi.
Pada awalnya komunikasi hanya
terbatas pada lisan semata, namun berkembang menuju komunikasi tulisan dimana
pada zaman dahulu kala setiap peradaban mempunyai tulisan nya sendiri- sendiri.
Dimulai dari Bangsa Mesir kuno dengan tulisan Hierogliphnya, bangsa Sumeria
dengan tulisan paku nya. Kesemua tulisan tersebut teutama tulisan Hierogliph
mengandung informasi yang digambarkan dalam gambar- gambar atau symbol yang
mewakili makna tertentu. Setiap satu symbol memiliki satu atau lebih makna,
sehingga tulisan ini terkesan rumit dan sulit untuk dibaca.
Menginjak ke era selanjutnya
dimana huruf sudah mulai berkembang, suatu symbol mewakili satu makna tertentu,
misalnya pada huruf cina. Lalu kemudian berkembang huruf dimana satu symbol mewakili
bunyi tertentu, dan bunyi yang ditimbulkan memiliki arti tersendiri. Begitulah,
sampai sekarang ini, meski dunia internasional sepakat dengan bahasa
internasional yaitu bahasa Inggrisnya, dan sepakat dengan penggunaan abjad
alfabetis, setiap Negara dan bangsa mempunyai hurufnya masing- masing, misalnya
bangsa Arab, China, Jepang, dan lainnya. Meski di Indonesia sendiri secara
nasional telah menggunakan huruf alfabetis sejak awal, namun bangsa Indonesia
dengan berbagai macam sukunya juga mempunyai huruf tersendiri, misalkan huruf
jawa kuno huruf sunda kuno yang diajarkan di sekolah- sekolah.
Tujuannya
Kembali kepada hakikat huruf,
frasa, kata dan karya tulis sendiri yaitu dimaksudkan dalam tujuan komunikasi
tulisan. Penyampaian informasi dari suatu individu ke individu yang lainnya
yang digunakan secara berkesinambungan, sehingga terjadilah sosialisasi dan peleburan
pemikiran atara kedua belah pihak. Komunikasi tulisan ini dapat bersifat satu
atau dua arah, misalkan satu arah yaitu artikel ini yang disampaikan pada
pembacanya, meski nantinya terdapat kritik melalui komentar hal itu berbeda
aspek. Dan contohnya dua arah yaitu pada komentar tadi.
Karya tulis ini telah berkembang
pesat sedari zaman dahulu kala. Dan secara garis besar dibagi menjadi tulisan
fiksi dan non fiksi. Fiksi yaitu literature yang dibuat melalui imajinasi
penulisnya, bersifat khayal dan tak terjadi didunia nyata, hal ini dimisalkan
pada karya tulis sastra yang fiksional. Non fiksi yaitu literature yang
berdasarkan pada kenyataan, dan fakta yang terjadi di dunia nyata.
Secara lebih umum lagi karya
tulis dibagi berdasarkan sifat atau ragamnya, berupa karya tulis ilmiah, dan
karya tulis non ilmiah. Karya tulis ilmiah yaitu karya tulis yang pasti
bersifat non fiksi yang didalamnya dibahas tentang suatu permasalahan yang
dikaji secara ilmiah, yaitu dengan metode, analisa, pendataan yang terstruktur.
Misalkan saja, jurnal ilmiah, artikel berita, Buku ilmiah, Karya tulis ilmiah,
skripsi, dan sebagainya. Sedangkan karya tulis non ilmiah adalah literature berupa
tulisan yang bersifat bebas, umumnya berupa sastra, missal cerpen, poem, novel
dan sebagainya, meski ada beberapa karya sastra yang bersifat non fiksi.
Literatur Kita
Penulisan suatu karya tidak hanya
semudah memencet tombol di keyboard ataupun menggores tinta di kertas. Perlu
suatu maksud dan tujuan tersendiri, atau tujuan utama, atau juga disebut latar
belakang penulisan apapun jenisnya itu. Latar belakang atau motif penulisan
sendiri terdiri dari dua hal, yaitu motif luar dan motif dalam.
Motif luar, merupakan latar
belakang ditulisnya suatu literature yang tak terpaut pada literature tersebut
(kontekstual), namun terpaut pada penulisnya, yaitu keinginan pribadi penulis
yang menyebabkan menulis literature tersebut. Misalkan saja, penulis ingin
lulus studi, maka ia menulis skiripsi, penulis ingin pembacanya mengerti isi
hatinya lalu ia menulis puisi. Motif tersebut bergantung pada penulis.
Motif dalam (teks), bersifat
latar belakang dari teks literature tersebut. Misal, karya ilmiah uji limbah
tujuannya untuk meneliti kandungan limbah sungai tertentu, suatu cerpen
mempunyai tujuan untuk menyampaikan alur cerita tertentu. Motif tersebut
terdapat pada teksnya.
Proses
Dalam penulisan suatu literature maka
untuk menghasilkan suatu yang bermanfaat dan mengandung informasi yang dapat
membantu maka dalam proses pembuatannya membutuhkan pengkajian yang matang.
Pengolahan data yang terstruktur serta penyajian yang menarik. Setiap jenis literature
mempunyai karakteristiknya masing- masing juga dalam proses ‘kelahiran’nya juga
khas dalam setiap jenisnya.
Untuk literature ilmiah tak
sembarangan dalam penyajiannya, dikarenakan literature ini perlu data yang
mendukung dann otentik untuk memperkuat kebenarannya. Salah satu sifat karya
tulis ilmiah adalah dapat dipertanggung jawabkan kebanarannya, maka selain dari
pengalaman empiric, sumber literature dan pengalaman lab pun harus dicantumkan
dalam karya tulis ilmiah ini. Sumber literature dapat dicantumkan dalam daftar
pustaka, ataupun kutipan- kutipan yang disisipkan dalam teks datanya.
Berbeda halnya dengan literature non
ilmiah, yang tidak butuh data yang begitu terperinci dan terstruktur. Literatur
non ilmiah dapat berupa non fiksi yaitu berdasarkan kenyataan, dalam hal ini
data yang dibutuhkan hanya garis besarnya saja dan menyangkut dalam hal- hal
pentingnya, misalkan saja dalam penulisan biografi, data yang dibutuhkan
hanyalah alur hidup secara rinci yang meliputi peristiwa penting, serta data-
datakhusus misalnya tanggal dan sebagainya, yang kesemua itu dikaji secara
historis bukan melalui analisis ilmiah. Namun dalam hal penulisan literature non
ilmiah dan fiksi, hal yang dibutuhkan hanya imajinasi, penyelarasan fikiran
dengan logika, kemampuan bahasa, serta struktur teks yang dilahirkan, hal itu
terjadi pada lahirnya karya sastra dimana penulisnya hanya memutuhkan
pengkajian secara mendalam tentang imajinasi dikepalanya yang dituangkan dalam
bentuk satrta, sperti poems, cerpen, novel dsb.
Pengalaman
Kesemua hal yang menyangkut
penulisan literature ilmiah maupun non ilmiah, kesemuanya membutuhkan
referensi. Meski dalam non ilmiah reerensi terkadang tak terlalu dibutuhkan,
namun hal yang dibutuhkannya bukan berupa data yang terperinci dan otentik,
namun intisari dari pengalaman yang termuat dalam referensi.
Jika penulis ingin membuat suatu
cerpen yang berlatarkan eropa pada tahun 70an, maka sebaiknya referensi yang ia
baca adalah buku yang memuat sejarah pada zaman tersebut. Jika seorang
sastrawan ingin membuat poems hendaknya ia belajar, dan menyukai satu atau
lebih karya dari sastrawan terkenal. Sama halnya dengan literature ilmiah, data
dari referensi akan mendukung hasil analisa yang disimpulkan sehingga data
seolah real.
Semua orang memang dapat berfikir
akan suatu hal yang ingin ia fikirkan secara mendalam, namun hal tersebut
dibutuhkan ilmu dan kemampuan yang cukup, tanpa itu hanyalah permainan kata
saja yang mengambil peran. Seorang filsuf melahirkann fislafat akan suatu hal
yang ia fikirkan oleh kepalanya sendiri, namun dengan berbagai pengalaman dan
ilmu yang ada dalam kepalanya, pendapatnya akan lebih matang.
Setiap orang hingga saat dirinya
ada ekarang ini, mempunyai kemampuan yang berbeda dengan pengalaman yang
berbeda pula. Dalam memikirkan dan menyimpulkan suatu hal pula berbeda- beda
tergantunng pada pengalaman dan pengetahuannya, semakin banyak yang ia tahu,
maka semakin matang dalam menyimpulkan sesuatu.
Begitu halnya dengan menulis,
kita tidak bisa menulis dengan jari tangan saja, namun butuh pemikiran untuk
berfikir apa yang kita tuliskan, serta membutuhkan hati untuk menyenanginya
sehingga dapat berkesinambungan. Pengalaman- pengalaman, referensi serta
pengetahuan yang dimiliki sengaja atau tidak akan terkesktraksi begitu saja
dalam tulisan sedikitnya memberikan gambaran tentang bagaimana si penulis itu
sendriri.
Maka, membaca demi menambah
pengetahuan sangatlah penting, itu yang perlu disadari. Pengalaman seseorang
atau orang lain dapat mengupgrade pemikiran kita. Literatur yang dibaca juga
dapat mengupgrade pemikiran kita, maka referensi dalam penulisan suatu karya
sangatlah diperlukan. Itu lah yang dimaksudkan menulis sebagaimana kita
membaca. Tulisan kita mengekstraksi yang kit abaca.
Dan kata baca ini mengandung arti
yang luas, bukan hanya literature dari referensi, namun semseta yang lebih luas
beserta segala aktifitas yang terjadi yang harus kit abaca ekstraksilah
dbersama pemikiran serta tuangkan dalam bentuk tulisan.
Mari kita memulainya.
Setiap orang diciptakan berbeda- beda oleh Tuhan, tak ada yang serupa. Dari sekian milyar manusia di dunia ini, tak ada satupun yang memiliki sifat atau perangai yang sama. Dalam segi fisik memang ada yang sama antara saudara kembar identik, namun meskipun mereka kembar, namun dalam sifat dan kepribadian, mereka berbeda!
Menikmati udara pagi adalah hal yang indah untuk di lakukan. Menerawang ke atas langit biru yang megah, merasakan angin pagi yang masih segar dan baru, mendengarkan suara burung yang baru keluar dari sangkarnya, merasakan hangat mentari pagi yang menguning dan menembus kulitmu, sungguh indah beberapa kecil nikmat Tuhan yang diberikannya diatara beribu nikmat-Nya.
Beberapa langkah kecil dari tempat bernaung, beberapa orang telah keluar sejak lama dari dalam rumahnya, meencoba menyapa pagi di hari sabtu ini. Membersihkan halaman dari daunkering berguguran, berjalan- jalan, membeli makan, atau hanya sekedar duduk diluar untuk menikmati udara segar. Suasana di kota memang berbeda, dimana udara sejuk saat masih pagi hanya bisa dinikmati pada saat weekend saja, dimana saat hari kerja, semuanya sibuk dengan aktivitasnya.
Setiap orang punya passion masing- masing akan suatu hal yang ingin ia capai. Ada passion jangka panjang, dan ada juga jangka pendek. Terkadang ketertarikan itu digeluti dengan semangat karena memacu rasa penasarannya akan bidang tersebut, sampai- sampai ia menadi ahli dalam bidang tersebut, dan terkadang juga akan berhenti ditengah jalan, hal itu seua tergantung kepada sifat dan kemauan keras orangnya.
(c) nurhidayat notes 2013. Diberdayakan oleh Blogger.


















